Mirror's Magic [Hitoshizuku x Yama] Indonesian version
Aku akan mengabulkan permintaanmu
Dari sisi cerminku, mencoba memanggilmu
Malam ini sihir akan mengubah s’mua
Karna akulah penyihir hanya untuk dirimu
Di bagian tertinggi dari menara itu
Ruang yang gelap bersama anak itu
Dijauhi orang-orang, ditakuti semua
Ketidakberuntungan adalah temannya
Saat sedang badai lelaki misterius datang
Sambil tersenyum, dia memegang cermin
“Hey pangeran, kemanakah keberuntunganmu?”
“Lihatlah cermin ini dan kau akan mengerti”
Cermin itu menunjukkan, seorang gadis bahagia
Aku tidak bisa berpikir, tak bisa mengerti
Apakah ini nyata? Dialah penyebabnya?
Apakah gadis ini sumber kesialanku?
Kebencian segera merenggut hatiku
Pada sisi cerminmu, semuanya terbalik
Tapi s’karang takdir berada di pihakku
Lupakanlah semua, s’karang giliranku
Di bagian tertinggi dari menara itu
Terang benderang, dan penuh dengan pujian
Dikagumi orang-orang, disayangi semua
Keberuntungan itu slalu disisinya
Saat cuaca cerah, lelaki misterius datang
Sambil tersenyum, dia memegang cermin
“Hey pangeran, tahukah kemana kesialanmu?”
“Lihatlah cermin ini dan kau akan mengerti!”
Cermin itu menunjukkan seorang gadis yang malang
Senyuman kecut itu menusuk hatiku
Apakah ini nyata? Akulah penyebabnya?
Apakah aku ini sumber kesialannya?
Kesedihan segera merenggut hatiku
Pada sisi cerminmu, semuanya terbalik
Sekarang keseimbangan itu telah rusak
Dihancurkan oleh tangan-tangan kotorku
Masa lalu yang kulupakan, semua perbuatanku
Kejahatan dan dosa-dosaku kembali
“Kebencian itu hanyalah caranya”
Itu yang kuyakini namun aku bimbang
Cermin itu menunjukkan kita yang berlawanan
Apakah air matamu harga senyumanku?
Jika canda tawaku penyebab tangisanmu
Lalu bagaimana cara untuk menolongnya?
Beritahu cara untuk menghapus tangisnya!
Ahaha, benar…aku akan…
Aku akan mengabulkan permintaanmu
Dari sisi cerminku, mencoba memanggilmu
Malam ini sihir akan mengubah s’mua
Karna akulah penyihir hanya untuk dirimu
Apakah s’mua permintaanmu terkabul?
Karna sihirku ini akan segera berakhir
Aku menyentuh tanganmu s’belum menghilang
“Saatnya berpisah” aku tersenyum sedih
“Janganlah engkau menangis, teruslah kau tersenyum”
Jika kita diizinkan—mari bertemu lagi!
Comments
Post a Comment